Senin, 10 Maret 2014

HaraKiri



Jepang adalah salah satu negara maju di dunia. dapat di bilang pemerataan di negara itu sudah sangat stabil. jadi bisa di katakan sebagian besar rakyat jepang berada dalam ketercukupan kebutuhan, baik kebutuhan sandang pangan, pendidikan, interaksi sosial dan lain-lain. Jadi secara nalar, mereka telah mendapatkan kapabilitas kehidupan yang layak.
Namun begitu, negara yang di juluki matahari terbit ini memiliki sebuah tradisi yang di anggap ambigu oleh mata dunia, yaitu tradisi Harakiri. Harakiri adalah bunuh diri yang di lakukan untuk menjaga kehormatan keluarga atau jika seseorang telah merasa tidak kuasa untuk menanggung beban hidup. Harakiri juga di lakukan sebagian orang, Pengaruh dari merasa dirinya tidak mampu bekerja keras layaknya orang-orang di sekitarnya dan menganggap dirinya tak berguna putus asa, lantas mengambil jalan pintas akhir di jepang, tradisi ini sudah mengakar sehingga masyarakat di sana menganggap hal ini adalah sesuatu yang tidak lagi tabu. maka dari itu, jepang menjadi negara dengan angka bunuh diri terbesar di dunia, bersama Russia dan Hungaria, dengan skala mencapai 30.000 individu yang melakukan bunuh diri. bahkan di jepang, angka bunuh diri mencapai lebih dari 30.000 selama 8 tahun terakhir ini.
Tradisi tersebut sudah di anggap wajar. bahkan saking wajarnya, sampai-sampai ada seseorang yang menulis tata cara dan panduan lengkap bunuh diri. namanya Wataru Tsurumi. menurut Tsurumi, bunuh diri adalah sesuatu yang tidak salah, karena itu merupakan hak dan kebebasan dari setiap individu, setiap orang berhak menentukan jalan yang ingin di tempuhnya sendiri. dalam bukunya, bahkan Tsurumi memaparkan denagn gamblang metode-metode untuk bunuh diri, mulai dari meminum obat-obatan yang mematikan, memotong urat nadi, menggunakan karbon monoksida, dan sebagainya. Namun Tsurumi mengecam aksi bunuh diri massal yang juga marak di lakukan di jepang akhir-akhir ini. dia menilai bunuh diri adalah hak setiap individu, namun tidak boleh mengajak-ajak atau memprovokasi orang lain untuk ikut melakukannya. Namun begitu, Tsurumi berharap agar orang yang ingin bunuh diri dan membaca bukunya, tetap hidup. menurutnya, bunuh diri hanya boleh di lakukan jika orang merasa dalam tekanan hebat dan tidak kuat lagi menjalani kehidupan.

Menurut survey, diketahui bahwa tingkat bunuh diri tertinggi di Jepang justru berasal dari kawasan hutan Aokigahara yang juga dikenal dengan sebutan "Lautan Pohon." Jepang sendiri sudah dikenal sebagai negara yang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Dikhawatirkan, saat krisis keuangan global sudah menjarah ke Jepang, tingkat bunuh diri di Negeri Sakura itu bisa-bisa bertambah.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar