Jepang adalah salah satu
negara maju di dunia. dapat di bilang pemerataan di negara itu sudah sangat
stabil. jadi bisa di katakan sebagian besar rakyat jepang berada dalam ketercukupan
kebutuhan, baik kebutuhan sandang pangan, pendidikan, interaksi sosial dan
lain-lain. Jadi secara nalar, mereka telah mendapatkan kapabilitas kehidupan
yang layak.
Namun begitu, negara yang
di juluki matahari terbit ini memiliki sebuah tradisi yang di anggap ambigu
oleh mata dunia, yaitu tradisi Harakiri. Harakiri adalah bunuh diri yang di
lakukan untuk menjaga kehormatan keluarga atau jika seseorang telah merasa
tidak kuasa untuk menanggung beban hidup. Harakiri juga di lakukan sebagian
orang, Pengaruh dari merasa dirinya tidak mampu bekerja keras layaknya
orang-orang di sekitarnya dan menganggap dirinya tak berguna putus asa, lantas
mengambil jalan pintas akhir di jepang, tradisi ini sudah mengakar sehingga
masyarakat di sana menganggap hal ini adalah sesuatu yang tidak lagi tabu. maka
dari itu, jepang menjadi negara dengan angka bunuh diri terbesar di dunia,
bersama Russia dan Hungaria, dengan skala mencapai 30.000 individu yang
melakukan bunuh diri. bahkan di jepang, angka bunuh diri mencapai lebih dari
30.000 selama 8 tahun terakhir ini.
Tradisi tersebut sudah di
anggap wajar. bahkan saking wajarnya, sampai-sampai ada seseorang yang menulis
tata cara dan panduan lengkap bunuh diri. namanya Wataru Tsurumi. menurut
Tsurumi, bunuh diri adalah sesuatu yang tidak salah, karena itu merupakan hak
dan kebebasan dari setiap individu, setiap orang berhak menentukan jalan yang
ingin di tempuhnya sendiri. dalam bukunya, bahkan Tsurumi memaparkan denagn
gamblang metode-metode untuk bunuh diri, mulai dari meminum obat-obatan yang
mematikan, memotong urat nadi, menggunakan karbon monoksida, dan sebagainya.
Namun Tsurumi mengecam aksi bunuh diri massal yang juga marak di lakukan di
jepang akhir-akhir ini. dia menilai bunuh diri adalah hak setiap individu, namun
tidak boleh mengajak-ajak atau memprovokasi orang lain untuk ikut melakukannya.
Namun begitu, Tsurumi berharap agar orang yang ingin bunuh diri dan membaca
bukunya, tetap hidup. menurutnya, bunuh diri hanya boleh di lakukan jika orang
merasa dalam tekanan hebat dan tidak kuat lagi menjalani kehidupan.
Menurut
survey, diketahui bahwa tingkat bunuh diri tertinggi di Jepang justru berasal
dari kawasan hutan Aokigahara yang juga dikenal dengan sebutan "Lautan
Pohon." Jepang sendiri sudah dikenal sebagai
negara yang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Dikhawatirkan, saat
krisis keuangan global sudah menjarah ke Jepang, tingkat bunuh diri di Negeri
Sakura itu bisa-bisa bertambah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar